Firman yang terabaikan...
Esensi diriku telah berubah
Aku dulu oleh mereka selalu dibangga-bangga dan diagungkan
Di masa dimana mereka berjaya dengan berbagai macam torehan kehidupan
Masa dimana keadilan ditegakkan
Masa dimana aku belum digantikan oleh benda yang kalian sebut gadget.
Aku merasa Sekarang hanya sebuah coretan arab yang sakral yang tak lagi sakral,
Sebuah kitab suci yang tak lagi suci,
Sebuah kalam agung yang tak lagi agung, aku adalah firman yang terabaikan.
Aku hanya kau buka ketika lagi ingin
Dan bahkan hanya kau jadikan hiasan yang dipenuhi debu dan oleh laba-laba dijadikannya tempat bersarang
Sebagian dari kalian memahamiku dengan sangat baik, namun kehidupanmu tidak mencerminkan diriku yang sebenarnya.
Kalian mengenalku sebagai entitas yang sempurna, tapi kenapa aku masih terabaikan.
Ada hal yang menurutku lucu, suatu ketika kau menemui sebuah permasalahan, kau jenuh dengan hidupmu, kau muak dengan permainan hidup yang seoalah-olah mempermainkanmu, kau mulai mendkatiku, memegangku, dan kemudian melantunkan diriku, ditambah lagi cucuran air matamu yang semakin medramatisir keadaan,
Tapi aku diam-diam hanya tersenyum sinis dan ku katakan dalam hati "hmmmh, kemana saja kamu? Apakah aku cuma kau jadikan pelampiasan kesedihanmu? Ketika segalanya berbalik menjauhimu????....
Tapi aku rasa tak mengapa, setidaknya kau tidak sepenuhnya lupa akan diriku.
Satu harapan besarku, aku hanya ingin kau mengamatiku dan mengamalkanku..